Manual ini mencakup procedure pekerjaan inspeksi dalam rangka pemeliharaan atmospheric tank dan low pressure tank pada saat tanki dalam keadaan beroperasi (tank in service), pada saat tanki dalam keadaan tidak digunakan/dibersihkan (tank out of service) dan juga pada New Construction.

Ada beberapa persamaan antara pekerjaan inspeksi pada tank in service dan tank out of service dengan pekerjaan yang dilakukan pada saat pembangunan tanki baru. Spherical tank tidak termasuk dalam scope storage tank ini dan dimasukkan dalam scope Pressure Vessel.

Setiap pemakaian storage tank, harus memenuhi persyaratan standard/code yang ditentukan serta sudah mendapatkan izin/akte penggunaan dari Migas.   Secara urnum storage tank (baru) harus dilengkapi dengan :

  1. Gambar konstruksi  (construction drawing).
  2. Design Calculation.
  3. Material Test Certificate.
  4. Welding Procedure Specification dan Welder Qualification.
  5. Non Destructive Testing Report.
  6. Hydrostatic Test Report.
  7. Calibration Report.

 

Inspection Pada New Construction

 

Review Design/Drawing

Mereview gambar kerja/lnspection Scope berdasarkan standard/code yang disepakati dan peraturan Pemerintah yang berlaku, sebelum pelaksanaan fabrication & erection.

Review Hasil Pengukuran Level Ring Wall

Setelah fondasi atau ring wall dicor, dilakukan pengukuran level oleh Bagian Topography. Inspeksi dalam hal ini hanya melakukan  evaluasi, hasil pengukuran tersebut apakah fondasi atau ring  wall ini  sudah  betul-betul rata dan horizontal.

Batasan-batasan perbedaan level yang diperbolehkan 30 feet (9150 MM) circumference adalah  1/8  inch (3 MM) dan  ¼ inch (6 MM)  diukur dari average elevation untuk concrete ring wall.

Untuk fondasi yang tidak memakai concrete, batasan-batasan yang dibolehkan adalah  1/8 inch (3 MM) pada jarak 10 feet circumference dan ½ inch (127 MM) dari everage elevation.

Material-Specification

Material yang digunakan harus sesuai dengan specification yang tercantum pada standard/code yang disepakati.

Pengecekan terhadap stamp pada material tangki, terutama plate dan pipe untuk dibandingkan/dicocokan dengan material test certificate yang ada. Untuk material yang diragukan kebenaran specifikasinya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, jika perlu dikirim ke Laboratorium guna penelitian Destructive Test (Chemical Analysis dan Mechanical Properties)

 

Tank Erection

Pekerjaan prefabrication dilakukan untuk mempercepat/mempermudah erection, terutama untuk accessories tangki. Tank erection meliputi pekerjaan bottom, shell, roof/ponton.

Pengerjaan pemasangan shell plate biasanya bertahap, pertama dilakukan penyetelan shell plate course I ke II dan seterusnya.

 

Yang perlu diperhatikan selama pemasangan shell antara lain :

Misalignment pada vertical joint tidak boleh lebih dari 10% dari tebal platenya dengan batasan maximum 1/16 inch (1,6 MM).

Plate yang diatasnya pada setiap point posisi proyeksi sebelah luar maximum 20% dari tebal plate diatasnya dan minimum 1/8 inch kecuali untuk plat yang tebalnya kurang dari 5/16 inch minimum dapat 1/16 inch.

 

Roof dari tanki bermacam-macam typenya seperti Cone Roof, Umbrella, Floating Roof, Lifter Roof, Plain Breather Roof, Dome Roof atau Vapour Dome Roof.

Yang dimaksud dengan accessories/perlengkapan tangki ialah semua perlengkapan tangki yang dipasang di dalam maupun di luar tangki. Pemeriksaan Inspeksi hanya terbatas pada peralatan tertentu saja, untuk itu di bawah dibuat daftar accessories dan hubungannya dengan scope inspection yang dilakukan pada masing-masing equipment tersebut.

No.

Accessories

Visual

Hydrotest

Pneumatic

X-Ray

Ket.

             

1.

Foam Chamber, Water Springkler

X

X

     

2.

P.V. Valve, Vent Tube

X

 

X

   

3.

 

Stairways/Ladder Platform, Handrail

X

       

4.

 

Mixing Equipment Explotion Watch.

X

       

5.

Steam Coil

X

X

 

X

 

6.

Insulation

X

       

7.

Nozzle

X

 

X

   

8.

Level gauge

X

       

9.

Electrical Grounding

X

       

10.

Piping Systems, Swing Pipe, dll.

X

X

 

X

 

11.

Drain Sump

 

X

       
             

 

Secara garis besar dapat dijelaskan visual check hanya melihat secara visual apakah las-lasan maupun konstruksinya masih baik/tidak baik.

Hydrostest dilakukan pada pipe system, pneumatic test dilakukan untuk Pressure Relieving Device sesuai dengan procedure yang terdapat pada manual peralatan tersebut.

Untuk nozzle, pneumatic test dilakukan pada reinforcing platenya. 

Radiography diperlukan untuk joint pada Suction dan Discharge Pipe.

Internal coating pada shell/bottom diperlukan untuk mencegah terjadinya korosi atau kontaminasi antara product dengan shell/bottom.

Inspeksi terhadap Surface Preparation sebelum coating/painting perlu dilaksanakan, apakah telah memenuhi persyaratan dari Coating Manufacturer. Pengukuran ketebalan dari coating/painting dilakukan secara random.  Bersambung ke Part.2: tank in service inspection