Seluruh keperluan pengelasan harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan standard atau code yang ditentukan, dan harus dilakukan Non Destructive Test.

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan tentang Inspection Manual Storage Tank Minyak & Gas Bumi Pertamina part 1 – 4.

 

Manual ini mencakup procedure pekerjaan inspeksi dalam rangka pemeliharaan atmospheric tank dan low pressure tank pada saat tanki dalam keadaan beroperasi (tank in service), pada saat tanki dalam keadaan tidak digunakan/dibersihkan (tank out of service) dan juga pada New Construction.

 

WELD INSPECTION 

Pengelasan harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan standard/code yang di setujui dan persyaratan lainnya :

Welding Procedure Specification

  1. Base Metal Specification (Type dan Grade)
  2. Filter Metal
  3. Preheat dan PWHT (post weld heat treatment)
  4. Process Weld.

Procedure Qualification Record

Welder Performance Qualification test

  1. Test position
  2. Type, Purpose of test dan Examination.

Seluruh keperluan pengelasan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan, dan seluruh production weld harus dilakukan Non Destructive Test.

TAHAP ERECTION

Seluruh pengelasan harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan.

Bottom

Visual Inspection pada seluruh production weld, yang kurang sempurna perlu perbaikan/repair. Radiography Inspection terhadap Annular plate radial joint perlu dilakukan antara lain:

  1. Untuk double butt welded joint, spot terhadap 10% radial joint.
  2. Untuk single welded dengan backing strip, spot terhadap 50% radial joint.
  3. Lokasi pada sebelah luar (outer edge) dengan min 6 inch (147 mm).

Shell

Radiography Inspection terhadap vertical dan horizontal joint perlu dilakukan. 

Horizontal joint :  Satu spot pada 10 feet  pertama dan  seterusnya setiap 200  feet untuk type dan tebal las-lasan yang sama.

Vertical joint : Butt weld dengan ketebalan shell plate 3/8 inch atau kurang satu spot radiography diperlukan setelah penyelesaian 10 feet weld untuk satu type dan ketebalan pengelasan yang sama dari seorang welder atau welding operator.

Kemudian tambahkan satu spot radiography lagi setiap 100 feet las-lasan sedikitnya 25% dipilih untuk radiography pada sambungari antara vertical dan horizontal (T.joint) dan minimum 2 spot untuk masing-masing inter section dari tanki tersebut.

Selanjutnya paling sedikit 1 spot pada setiap vertical joint pada course terbawah.

Untuk ketebalan shell plate antara 3/8″ – 1″ radiography spot sama dengan scope untuk plate yang lebih tipis dari 3/8″ diatas, tetapi tambahannya untuk T.joint harus semua di radiography dengan syarat harus terlihat jelas pada film sepanjang 2 inch pada las-lasan verticalnya.

Pada course terbawah 2 spot radiography diperlukan untuk setiap vertical joint dimana satu diantaranya adalah dekat/menempel pada sambungan ke bottom plate.

Untuk ketebalan lebih dari 1 inch harus di lakukan full radiography dan pada sambungan vertical dan horizontal joint (T.joint) dalam film harus terlihat minimum 2″ pada las-lasan verticalnya.

Roof

Konstruksi roof umumnya dilakukan dengan welding joint, termasuk structurenya kecuali untuk floating roof ada bagian yang merupakan seal dari bahan yang elastic (karet pcv).

Pemeriksaan secara visual dilakukan untuk meyakinkan bahwa hasil las-lasan yang baik, bila ada kekurangan di rekomendasikan untuk di repair.

TAHAP MAINTENANCE 

Visual Inspection perlu di lakukan terhadap seluruh las-lasan guna melihat kemungkinan terjadinya korosi, erosi, crack, deformasi atau defect lainnya.

Jika perlu NDT akan di lakukan seperti Liquid Penetrant Test, Magnetic Particle Test, Ultrasonic Testing atau Radiography.