Survey ini dilakukan, ditulis dan dishare dengan ‘hati’ oleh seorang Bloger ternama: mas Darmawan. Bagi puluhan juta orang di Indonesia, soal memilih ini seringkali bukan sesuatu yang mudah.

  

“Setelah tamat kuliah nanti pilih kerja kantoran atau buka usaha sendiri ya..?”

“Katanya bisnis sendiri lebih santai…”

“Katanya kerja kantoran lebih terjamin penghasilannya…”

“Mending kerja dulu untuk cari modal dan pengalaman… nanti kalo udah siap baru bisnis” .. bla bla bla…

Survey dilakukan melalui pertanyaan yang disampaikan kepada 100 orang yang saat ini sudah menjadi pekerja dan 100 orang lagi yang masih duduk di bangku kuliah.

Berikut ini respon dari mereka yang masih kuliah

Pertanyaannya:

  1. Apakah anda ingin menjadi pebisnis atau pegawai ketika memasuki dunia kerja?
  2. Mengapa?
  3. Apakah anda punya pengalaman berbisnis?
  4. Apa tantangan utama ketika anda berbisnis? Atau: Apa yang membuat anda ragu berbisnis? (untuk yang menjawab ingin menjadi pegawai)

Berikut jawabannya….

Untuk pertanyaan pertama, pengusaha atau pegawai:   Pegawai 55% : Pebisnis 45%

Saat ditanya alasannya, inilah jawaban yang sering muncul:

  1. Pegawai, karena pendapatan lebih stabil sehingga lebih aman secara finansial
  2. Pegawai, ingin mendapatkan modal dan pengalaman dulu sebelum mulai berbisnis
  3. Pegawai, jadi pebisnis itu sulit
  4. Pebisnis, karena tidak ingin diperintah oleh atasan, tidak ingin kerja di bawah orang lain
  5. Pebisnis, potensi pendapatan lebih besar

Lanjut ke pertanyaan ketiga, hasilnya seperti berikut.

65% pelajar mengaku punya pengalaman berbisnis. Padahal tadi yang ingin menjadi pebisnis hanya 45%.

Terakhir, tantangan utama dan alasan ragu berbisnis. Ini jawaban yang paling sering muncul:

  1. Tidak ada modal
  2. Resiko yang besar
  3. Tidak punya koneksi
  4. Tidak paham cara mulai, cara melakukan pemasaran, dan penjualan
  5. Tidak tahu bisnis apa yang ingin dijalankan.

Mereka (atau juga anda) yang membutuhkan pertimbangan antara kerja atau bisnis biasanya punya keinginan berbisnis tapi takut dengan tantangan yang muncul di atas. Itu mungkin jadi sebab persentase pengusaha di Indonesia rendah. Padahal minatnya selama di bangku pendidikan tinggi.

Berikut ini respon dari mereka Yang sudah bekerja

Survey ini hanya difokuskan kepada mereka yang sudah bekerja, terutama yang bekerja sebagai pegawai kantoran.

Ini pertanyaannya:

  1. Apakah anda seorang pegawai atau pebisnis?
  2. Apakah sejak di jenjang pendidikan anda memang ingin menjadi pegawai? (Untuk yang menjawab pebisnis)
  3. Apa yang membuat anda sekarang tidak beralih menjadi pebisnis? (Untuk yang menjawab tidak)

Dengan mengabaikan faktor-faktor tersembunyi, ditambah karena saya bukan ahli statistik.. berikut ini jawabannya.

Untuk pertanyaan pertama:

Tidak ada yang mengejutkan, memang jumlah pegawai mestinya lebih banyak secara logika. Ada 73% yang menjawab pegawai, sisanya pebisnis.

Kemudian kepada 73% ini dilanjutkan ke pertanyaan kedua, apakah memang dari dulu ingin menjadi pegawai?

81% menjawab tidak, dan sisanya menjawab ya.

Artinya sebagian besar pegawai yang menjawab pertanyaan ini dulu sebenarnya ingin menjadi pengusaha, atau pernah punya pikiran menjadi pengusaha.

Di pertanyaan ketiga, inilah kira-kira jawaban yang sering muncul.

Apa yang membuat anda sekarang tidak beralih menjadi pebisnis?

  1. Tidak tahu ingin bisnis apa
  2. Tidak ada waktu untuk memulai bisnis
  3. Sudah berkeluarga, jadi tidak berani mengambil resiko untuk beralih ke bisnis
  4. Tidak ada modal

Kita kembali sekilas dulu ke survey pertama.

Salah satu alasan yang kuat mengapa seseorang ingin menjadi pegawai yaitu karena mereka ingin mencari pengalaman dulu sebelum berbisnis.

Tapi ternyata apa yang terjadi ketika mereka sudah jadi pegawai justru sebaliknya.

  1. Resiko jadi tambah besar, karena mereka harus mengemban keluarga
  2. Modal pun tetap tidak ada karena sudah digunakan untuk kebutuhan hidup
  3. Pengalaman dan koneksi sudah ada, tapi justru waktu yang tidak ada

Maka, menjadi pegawai dulu untuk mendapatkan modal, pengalaman, koneksi, dan mengurangi resiko merupakan pilihan yang ….

Tapi jangan salah tangkap.. yang dimaksudkan di sini hanya bagi mereka yang ingin menjadikan pekerjaan kantoran sebagai batu loncatan sebelum mulai bisnis.

Pertimbangan-pertimbangan hasil survey di atas sudah masuk akal untuk kedua jenis pekerjaan. Selanjutnya tetap pilihan anda berdasarkan pertimbangan yang ada.

Penutup

Itulah hasil survey kecil-kecilan yang ‘di buat dengaan hati’ oleh mas Darmawan. Survei ini hanya dilakukan melalui media online terhadap anggota di beberapa situs komunitas secara terbatas, tidak resmi, sehingga tidak bisa dijadikan bahan pertimbangan atau referensi dalam lingkup ilmiah. Pertanyaan dalam survey-nya lebih condong ke pengusaha, karena memang awal dari dilakukannya survey adalah untuk menunjang pengembangan artikel peluang usaha online. Tapi hasilnya tetap netral. (panduanim)