Protective Liquid Coating adalah lapis pelindung yang melindungi dengan cara membentuk suatu lapisan antara permukaan dengan lingkungan luar. Kualitas pelapisan tersebut tergantung pada sedikitnya 7 (tujuh) faktor penting.

(1) Permukaan Jenis Logam dan disain Konstruksi

Secara umum, coating dipergunakan untuk memproteksi permukaan besi/logam.  Namun coating dipergunakan juga pada permukaan non logam sperti kayu, tembok, non ferrous steel (galvanis, aluminium, stainless steel, FRP), untuk perlindungan ganda dan estetika, baik konstruksi baru atau pun maintenance.

Cacat pada bahan/konstruksi termasuk disain yang kurang baik secara langsung dapat berpengaruh buruk pada sistim pelapisan

 

(2) Kondisi Lingkungan

Faktor lingkungan yang dapat berpengaruh diantaranya adalah atmosfir, humidity, immersion, tidal zone, temperature, sinar matahari, kelembaban udara, kandungan kimia, dan lainnya.

Semakin tinggi tingkat korosif dari suatu lingkungan atau daerah sekitar maka semakin tinggi pula laju korosi yang akan terjadi. Misalnya daerah industri dekat pantai akan sangat lebih korosif dibanding dengan daerah pegunungan yang jauh dari tepi pantai.

 

(3) Kualitas Coating 

Coating yang berkualitas hanya dapat dibuat apabila menggunakan bahan baku yang berkualitas.

Pemakaian bahan baku bermutu oleh pabrik pembuat (produsen), formulasi yang tepat, proses produksi dan control laboratorium yang baik harus dilaksanakan secara konsisten.

Pemilihan produsen yang berlandaskan spesialisasi, pengalaman yang teruji, kelengkapan research and development serta laboratorium proses dan konsistensi produk yang berkualitas adalah kriteria pemilihan produk yang tepat. Termasuk bantuan technical service yang handal dan dapat memberikan saran teknis bagi para pelanggannya.

 

(4) Surface Preparation

Penelitian menunjukkan bahwa prosentase kegagalan pada hasil pengecatan 85% nya adalah akibat surface preparation yang kurang baik.

Kurangnya pengertian dan pengetahuan dan informasi serta pelatihan terhadap blaster dan painter memungkinkan hal itu terjadi.

Pemahaman mendasar mengenai surface preparation ini adalah sesuatu yang mutlak sebab coating atau cat hanya akan berhasil baik apabila surface preparation juga baik.

Pokok-pokok utama dalam surface preparation adalah: Metoda-metoda yang dipakai, Standard dan code practice untuk surface preparation, teknik preparasi, peralatan, tenaga kerja terlatih, terampil dan mahir, dan pengetahuan tentang keselamatan kerja atau safety.

 

(5) Coating System (kombinasi pelapisan primer, intermediate, finishing)

Faktor dan aspek penting selain surface preparation adalah Aplikasi, yaitu menciptakan lapisan dari bahan cat yang cair/kental, menjadi bahan yang solid, kering dan merekat menutupi permukaan secara sempurna. Coating setelah diaplikasi harus dapat berfungsi sebagai proteksi sekaligus performance, berdaya guna serta mendapatkan usia pakai maksimal sesuai spesifikasi yang diharapkan.

Persiapan sebelum proses aplikasi dimulai menjadi hal yang mutlak. Persiapan dimaksud meliputi kelengkapan dokumen, material cat dan thinner yang sesuai spesifikasi, jumlah pemakaian yang cukup tersedia, peralatan aplikasi yang paling sesuai dengan rekomendasi pabrik, peralatan inspeksi, sarana penunjang, misalnya scaffolding, penerangan yang cukup, dan ventilasi bilamana pengecatan berlangsung di dalam ruangan tertutup (misalnya pada tanki timbun), dan lain-lain.

Kontraktor pelaksana haruslah memiliki tenaga blaster dan painter yang terlatih.

Kondisi lingkungan dan cuaca selama proses pengerjaan juga sangat penting dimana dampak kelembaban udara, titik embun dan suhu permukaan akan sangat mempengaruhi proses pengeringan. Terdapat batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi, yang kesemuanya bisa berdampak pada hasil. Untuk dapat memonitor proses pekerjaan step by step maka peranan Coating Inspector menjadi sangat penting.

Pemilihan generic cat secara tepat haruslah sesuai dengan penggunaanya secara khusus. Setiap generic memiliki keunggulan dan kelemahan, karakter, klasifikasi dan sifat yang berbeda-beda dari jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Sebagai contoh, Cat jenis Alkyd tidak cocok bila diaplikasikan pada permukaan non ferrous atau semen konkrit dan akan menimbulkan saponifikasi, begitu juga pada area yang senantiasa terendam dengan larutan.

Dengan adanya perbedaan pada tiap-tiap jenis cat maka secara otomatis kombinasi pada system pelapisan haruslah tepat sesuai fungsinya masing-masing.

 

(6) Aplikator Terlatih & Berpengalaman

Coating dapat diaplikasikan dengan menggunakan peralatan sesuai rekomendasi produsen. Rekomendasi ini dapat dilihat di produk data teknis. Peralatan aplikasi yang umum dipakai baik di lapangan dan di dalam workshop antara lain adalah kuas, roller, air spray dan airless, plural pump, dan pada coating plant menggunakan system extruded, pengecatan otomatis.

Masing-masing peralatan ini, memiliki keunggulan dan kelemahan, jadi  diperlukan painter yang memiliki kualifikasi dan atau operator yang memiliki sertifikat.

Pokok-pokok pemahaman dalam aplikasi adalah : peralatan, tenaga kerja yang mahir dan terampil, cuaca yang baik, memahami data teknis produk, MSDS dan keselamatan atau safety.

 

(7) Manajemen Mutu, Quality Control, Inspection

Fungsi dan kegunaan quality control/ inspeksi sangat berperan untuk mencegah kekeliruan dan memberikan solusi perbaikan selama proses berlangsung.

Peranan Inspector sebelum, selama, dan sesudah proses aplikasi sangatlah penting sebagai bagian dari quality manajemen system. Inspector yang bersertifikat, perpengalaman dibidangnya akan mampu melaksanakan tugas sebagaimana yang diperlukan pada QA/QC dokumen. Menguasai Spesifikasi, Standard procedure, Teknik dan Inspeksi serta pengawasan fisik baik untuk verifikasi Dokumen teknis, laporan laporan, hasil pengujian atau testing termasuk pengunaan peralatan uji, sebagai saksi dan penguji.

Inspector Coating adalah seorang yang memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh suatu badan independent profesi seperti NACE International, dan LSP AhLI Korosi Nasional (AKN), CCIPP untuk lingkup Nasional.