Seluruh production weld harus memenuhi persyaratan sesuai dengan standard/code yang ditentukan dan harus dilakukan Non Destructive Test.

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan tentang Inspection Manual Storage Tank Minyak & Gas Bumi Pertamina Part 1 – 5.

Manual ini mencakup procedure pekerjaan inspeksi dalam rangka pemeliharaan atmospheric tank dan low pressure tank pada saat tanki dalam keadaan beroperasi (tank in service), pada saat tanki dalam keadaan tidak digunakan/dibersihkan (tank out of service) dan juga pada New Construction.

 

NON DESTRUCTIVE EXAMINATION

Seluruh pelaksanaan NDE harus memenuhi persyaratan sesuai API 650 yang didasarkan kepada ASME Section V seperti :

 

Radiography Testing

Sesuai ASME Section V article 2, secara umum meliputi:

  1. Film Selection
  2. Film Processing
  3. Radiography Density
  4. Selection dari Energy (X-Ray atau Y-Ray).
  5. Sharpness of Radiography
  6. Image Quality Indicator (IQI)
  7. Radiography Tehnique
  8. Evaluation of Radiography.

 

Ultrasonic Testing

Sesuai ASME Section V article 5, secara umum :

  1. Jika indikasi tergolong crack, incomplete penetration, lack of Fusion adalah unacceptable.
  2. Juga unacceptable jika amplitudes reference level untuk panjang melebihi 6mm (19mm thickness), 1/3  tebal (19 – 57 mm thickness) dan 19 mm (over 57 mm thickness).

 

Magnetic Particle Testing

Sesuai ASME Section V article 7.

 

Liquid Penetrant Testing

Sesuai ASME Section V article 6 dan sub article SE-165

 

 

PRESSURE TEST

Setiap tanki baru harus dilakukan pressure test setelah selesai erection, demikian juga pressure test di perlukan setiap selesai perbaikan/cleaning tanki.

 

Bottom Plate

Leak test pada bottom plate dapat di lakukan dengan :

  1. Vacuum box testing, menggunakan metal testing box 6  inch (147 mm) lebar dan 30 inch (735 mm) panjang dengan kaca pada bagian atas dan bagian bawah di-seal dengan Sponge rubber gasket, juga dilengkapi  dengan connection, valve dan gages. Sesuai API 650 Section 5.3.3. sambungan las-lasan yang akan di periksa dilapisi dengan ,soap film solution atau linseed oil. Vacuum pressure 2 psig.
  2. Pneumatic Testing. Sesuai Shell Standard pressure underside dipertahankan tidak boleh kurang dari 4 inch, soap film solution dilapisi pada las-lasan yang akan diperiksa.

 

Shell Plate

Setelah tanki dibangun dan sebelum external oil piping disambungkan ke tanki, maka shell perlu di test menurut API 650 Section 5.3.6, pengetesan shell ini ada 3 cara yaitu:

 

  • Hydrostatic Test

Bila pada lokasi air cukup banyak maka pada umumnya dilakukan hydrotest yaitu semua saluran buangan di blank dan tanki di isi air perlahan lahan.

Pada saat pengisian tahap demi tahap sudah dapat dilihat bila terjadi leak/bocor shell (sambungan shell).

Untuk type tight roof tank, maka pengisian air sampai 2 inches diatas top leg dari top angle, untuk open-top tank sampai penuh atau sampai keluar dari over-flow line.

 

  • Penetrating Oil Test

Bila pada lokasi tidak mungkin didapat cukup air, maka dapat dilakukan dengan cara pada seluruh welding joint sebelah dalam shell dicatkan high penetrating oil. Bila terjadi kebocoran dari sebelah luar shell maka akan terlihat rembesannya.

 

  • Pneumatic Test

Seandainya 7.2.1. dan 7.2.2. masih tidak dapat dilakukan, maka diterapkan cara lain yaitu dengan internal air pressure.

Didalam tangki diberikan tekanan yang besarnya tidak boleh lebih besar dari berat roof plate (+ 10 cm water gauge).

 

Dengan adanya internal pressure tersebut, maka dengan melapisi las-lasan soap film solution dari sebelah luar, akan kelihatan gelembung-gelembung udara bila terdapat bocor.

 

Roof Plate

  1. Fixed Roof Tank, leak test dilakukan dengan Vacuum box testing seperti 7.1.1, atau Pneumatic testing (Shell Standard). Untuk non pressure tank dengan tekanan 3 inch W.G, untuk Low Pressure/ Atmospheric dengan tekanan 1,25 x setting pressure/vacuum Relief Valve. Under pressure di lakukan pada saat tanki terisi air penuh lebih kurang 10 cm di bawah Top Curb Angle, las-lasan yang akan diperiksa dilapisi soap film solution dari sebelah luar.
  2. Floating Roof Tank, leak test di lakukan dengan Vacuum box testing seperti 7.3.1. terhadap roof deck/ponton dan  Penetrant test/kerosine test terhadap ponton.  Floating test selama pengisian/pengosongan air, bagian atas deck sebelah bawah harus di lihat kemungkinan adanya kebocoran.

 

Tank Accessories

Sebelum pengisian air seluruh Reinforcement pads pada nozzles dan manhole harus di pneumatic test sebesar psi, sesuai API 650 Section 5.3.5. dan test hole harus di tutup/ di isi greese setelah testing.

 

Drain pipe dan hose system di hydrostatic test 50 psi, demikian juga selama floating test harus diperiksa, kemungkinan terjadi kebocoran pada drain line.

Selama floating test ini roof drain valves harus tetap terbuka.

Foam chamber dan water springkler harus di hydrostatic test sesuai Manufacturer procedure.

Piping system, steam coil, swing pipe harus di hydrostatic test sesuai procedure.