Bekerja dengan debu silika dapat terserang penyakit yang disebut silikosis yang mengakibatkan rusaknya paru-paru, gangguan bernafas, menurunnya nafsu makan dan mudah lelah.  

Silikosis terjadi ketika bernafas debu silika dengan ukuran partikel yang sangat kecil masuk kedalam dan terperangkap kedalam paru-paru. Pekerjaan yang beresiko terpapar debu silika antara lain aktifitas pekerjaan metal casting, glass products, keramik, Material aspal & paving,  cut stone & stone products, dan Blasting-painting.

Berdasarkan lama dan jumlah paparan debu silika, sedikitnya terdapat 3 tipe silikosis :

  1. Kronik, Gejala silikosis terlihat dalam jangka waktu > 10 tahun. Pekerja terpapar debu silika dalam jumlah sedikit namun frekuensinya cukup sering.
  2. Akselerasi, Gejala silikosis terlihat dalam jangka waktu 5 ~ 10 tahun. Pekerja terpapar debu silika dalam jumlah sedang
  3. Akut, Gejala silikosis terlihat dalam jangka waktu < 5 tahun. Pekerja terpapar debu silika dalam jumlah yang cukup banyak

 

Bekerja safety dari debu silika harus juga mempertimbangkan hal-hal berikut ini ;

Dust Containment system
Memasang sistim penampung debu seperti bag filter, dust collector, dll.

Menggunakan Metode Basah
Untuk pekerjaan pemotongan brick / batu tahan api yang dapat menimbulkan debu silika gunakan dengan metode basah, basahi cutting wheel dan media yang dipotong dengan air untuk mengurangi paparan debu di area kerja.

Ventilasi
Pasang local exhaust ventilation agar area kerja terbebas dari paparan debu

Alat Pelindung Diri
Pastikan APD yang digunakan sudah sesuai dengan paparan debu silika yang ada serta cara menggunakannya harus sesuai petunjuk pemasangannya.

Pengukuran Area Kerja
Pengukuran area kerja adalah metode untuk mengevaluasi paparan debu di area kerja yang dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan tindak lanjut perbaikan yang harus dilakukan, termasuk pemeriksaan kesehatan pada pekerja yang terpapar

Tanda Bahaya
Untuk material yang mengandung > 0.1 % silika pastikan dilengkapi dengan MSDS  (Material Safety Data Sheet). 

Personal Higiene
Sebagai upaya pencegahan silicosis yang masuk melalui mulut dan kulit, cuci tangan dengan bersih sebelum makan dan minum, jangan merokok di area yang terdapat paparan debu silika.

Pemerikasaan Kesehatan Berkala
Lakukan pemerikasaan kesehatan berkala khusus untuk pekerja yang terpapar debu di area kerjanya, apabila ada indikasi silicosis rotasi pekerja tersebut di area kerja yang mengandung debu silika sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja.

Sosialisasi
Lakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada karyawan tentang bahaya silika dan upaya pencegahannya, sesuai yang tertera pada MSDS.